23 November 2017

Sejarah

Kota Tanjungbalai memiliki potensi dibidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan
pemasaran hasil perikanan serta industri perikanan. Melalui pengembangan usaha dan peningkatan produksi
diupayakan potensi perikanan tersebut menjadi sumber pendapatan asli daerah dengan penyerapan tenaga kerja yang
besar sehingga kesejahteraan masyarakat perikanan dapat ditingkatkan.
Secara administrasi Kota Tanjungbalai terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan dan 187 Lingkungan.
Adapun luas wilayah per Kecamatan :
1. Kecamatan Datuk Bandar dengan luas 2.249 Ha.
2. Kecamatan Datuk Bandar Timur dengan luas 1.457 Ha.
3. Kecamatan Tanjungbalai Selatan dengan luas 198 Ha.
4. Kecamatan Tanjungbalai Utara dengan luas 84 Ha.
5. Kecamatan Sei Tualang Raso dengan luas 809 Ha.
6. Kecamatan Teluk Nibung dengan luas 1.255 Ha.

Berdasarkan hasil proyeksi dari Sensus Penduduk 2010, penduduk Kota Tanjungbalai tahun 2013 berjumlah 158.599 jiwa dengan kepadatan penduduk 2.621 jiwa per km2. Penduduk terbanyak terdapat pada Kecamatan Teluk Nibung sebesar 36.765 jiwa. Sedangkan penduduk terpadat berada pada Kecamatan Tanjungbalai Utara sebesar 19.392 jiwa per km2. Terdiri dari 42,56% Suku Batak (Simalungun, Toba, Mandailing, Pak-pak dan Karo), 17,06% Jawa, 15,41% Melayu, 3,58% Minang, 1,11% Aceh dan lainnya 20,28%.

Produksi perikanan laut Kota Tanjungbalai Tahun 2016 mencapai 61.106 ton,sementara perikanan daratnya mencapai 58,30 ton dari perikanan budidaya dan 47,28 ton dari perikanan perairan umum. Tahun 2016 ini terdapat 174 perahu tanpa motor dan 1.086 kapal motor di Kota Tanjungbalai.